Jumat, Maret 25, 2016
Bergejolak
Wahai cinta yang hingga detik ini belum dapat kusentuh. Perbolehkanlah sejenak aku menyanjungmu atas rinduku yang sedang bergejolak. Biarkan aku sedikit berkhayal menikmati indah dunia bersamamu. Izinkan aku untuk sedikit menebar aroma kasih sayang kepada dirimu yang maha indah.
Sekarang aku sedang terserang gundah dalam kesendirian.
Lalu, apa peduliku? Mungkin begitu jawaban ekstrem yang kamu lontarkan.
Memang, gundahku bukanlah gundahmu yang harus kau pikirkan juga. Gundahku adalah gelisah diriku sendiri yang tidak bisa kusambungkan denganmu yang tidak mengerti apa-apa. Tetapi tidak. Sama sekali keyakinanku tak tertuju ke sana. Kamu bukan wanita dengan tipe jawaban seperti demikian.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar