Pagi ini adalah pagi kelelahan. Ditemani segelas susu coklat dan sepotong roti, istirahat menjadi kegiatan saat ini. Setelah semalaman begadang karena terlibat dalam sebuah kepanitiaan. Beraktivitas lebih dari biasanya. Dan sekarang pembalasan dari kegiatan yang melelahkan tadi malam.
Niat sebelum tidur yang ingin bangun tengah hari tidak kesampaian. Ketika jam digitalku menunjuk angka 05.40, mataku sudah tidak bisa tertutup lagi. Tidak ada lagi tanda-tanda bahwa akan kembali ngorok dalam beberapa menit ini. Dan benar saja, setiap mata dipaksakan untuk terpejam, selalu ada hal lain yang lebih menarik perhatian, sehingga tidur tidak lagi menjadi skala priotas seperti baru pulang tengah malam tadi, dimana ketika bertemu kasur langsung ambruk tak sadarkan diri.
Kemudian pagi ini terbangun tanpa persetujuan terlebih dahulu dengan niat. Bingung harus melakukan apa terlebih dahulu pagi ini. Banyak pekerjaan yang sebenarnya tengah menumpuk. Sehingga saking banyaknya, tidak tahu harus melakukan pekerjaan yang mana terlebih dahulu. Di tengah kebingungan itulah datang ilham dari mana untuk memanaskan air di hitter. mengambil susu, sepotong roti, dan bersantai untuk beberapa saat.
Sambil menikmati sarapan mewah ala anak kos ini, kurang santai rasanya tanpa alunan nada. Dan laptop pun segera menyala. Alunan nada cepat dan berbahasa inggris mulai menemani untuk semangat pagi ini. Dan semoga menghadirkan inspirasi untuk memulai pekerjaan yang tengah menumpuk.
Benar-benar sebuah kelelahan yang melanda,. Tidak hanya sekedar kelelahan fisik namun juga kelelahan dalam hal lainnya. Sangat terasa bahawa badan ini ingin tidur panjang dan dalam waktu yang cukup lama. Istiraht penuh selama seharian dan memulihkan kembali tenaga yang hilang akibat kegiatan yang baru saja berlangsung. Kelelahan otak juga tengah melanda. Berjuang keras untuk penentuan nilai akhir, yang nampaknya tidak berbuah maksimal, menambah beban pikiran yang akhirnya berujung pada kelelahan ketika ujian berakhir.
Kini aku hanya ingin sebuah kata yang namanya istirahat. ingin kembali memulihkan segala kekuatan untuk menikmati libur yang sepi ini. Karena malam itu adalah malam terakhir untuk sebuah kebersamaan di semester ini. Dan hari ini dimulai dengan kelelahan yang ditemani kesepian. Satu bulan lamanya akan bertahan tanpa keramaian, tanpa orang-orang yang selama ini membuat kehebohan, dan semua kenakalan serta keisengan mereka.
Betapa kelelahan semakin terasa. Kelelahan jiwa dan raga, kelelahan fisik dan mental, kelelahan otak dan perasaan. Perasaan???? (yang ini perlu dipertanyakan)
Sabtu, Januari 18, 2014
Jumat, Januari 17, 2014
Alarm
Sebuah semangat baru hadir di hari ini. Hari penutup perjalanan selama satu semester. Hari dimana perjuangan memang benar-benar tinggal selangkah lagi. Dan akan dimulai lembaran baru setelah hari ini berakhir.
Pagi yang dingin dan sepi. Azan subuh yang sedang berkumandang memaksa untuk membuka mata dan segera beranjak dari tempat tidur. Sudah tidak sedingin dulu lagi untuk segera bersuci. Cuaca yang kian panas telah mengurangi hasutan setan untuk tidak melaksanakan kewajiban pagi ini.
Pintu kamarpun terbuka, derap langkah ulai menyusuri tiap pintu kamar dan terus ke sana. Beberapa meter jauhnya sehingga cukup lama untuk menikmati sepinya pagi ini. Belum ada yang tersadar sepertinya. semua masih menikmati nyamannya suasana. Menikmati dengan mata terpejam dan tanpa sadar. tidur dengan sangat pulas.
Alarm terdengar di mana-mana. Setiap kamar memiliki alunan nada yang berbeda yang menghiasi pagi ini. Namun batang hidung tak pernah nampak muncul dari pintu. Masih bergelut dengan rasa kantuk yang masih bertahan dan belum ada tanda-tanda akan minggat. Biasanya akan terdengar terus menerus hingga waktu yang tidak ditentukan. Namun semakin siang, suara itu akan saling bersahut-sahutan dan menimbulkan sebuah kehebohan kecil. Sambutan nada yang awalnya bagus, akhirnya menjadi tidak karu-karuan
Dan air itu akhirnya menyentuh wajahku. wajah yang kini di tumbuhi jerawat di beberapa sisinya. Masih dingin. namun kini lebih baik dari enam bulan yang lalu. Masih ada rasa gemetar ketika bersentuhan. Namun tidak parah seperti dulu. hanya uadara pagi yang menusuk tulang yang membuatnya menjadi lebih dingin.
sajadah terkembang dan sarung pun kini terpasang. Kamar sepi berukuran kecil ini sekarang sedang diisi seorang mahasiswa perantauan yang khusyuk melaksanakan kewajiban. Panjatan doa selalu menghiasi ketika sholat selesai. meminta kepada yang maha kuasa agar diberikan yang terbaik. Berharap tidak ada kesia-siaan dalam kehidupan yang tengah dijalani saat ini. Doa khusyuk pagi ini adalah awal dari semua aktivitas kali ini. Menjalani hari dengan sebuah semangat walau tak mengerti bagaimana kisah yang akan terjadi beberapa saat lagi. Apakah dunia masih berpihak, atau malah akan ada sedikit goncangan dalam ketentraman ini. Yang pasti, semua akan di jalani dan akan segera dilalui, senang atau susahnya kehidupan dunia, pahit atau manisnya perjuangan hidup.
Rabu, Januari 15, 2014
Menghadirkan Sebuah Senyum
Rambut yang mulai memutih, dan semakin hari semakin banyak, yang sekarang jumlahnya jauh lebih banyak dari yang berwarna hitam. Mereka tetap bersemangat, mereka tetap bekerja keras, menghidupi sang anak yang kelak akan membahagiakan harituanya.
Tidak ada kata mengeluh, dan tidak ada kata menyerah yang pernah terlontar dari mulutnya yang kini mulai gemetar saat bicara. Mereka hanya memikirkan satu hal untuk masa depan anaknya. Mereka tidak ingin kehidupan anaknya sama seperti kehidupan mereka sekarang ini. Mereka ingin anaknya jauh lebih baik. mereka ingin anaknya merasakan kenikmatan, tidak seperti mereka yang sekarang ini harus bekerja dengan sangat keras.
Mereka tidak butuh balasan, mereka tidak butuh imbalan, tetapi mereka hanya butuh sebuah kebahagiaan dan kesejahteraan untuk anaknya. Mereka tidak pernah berpikir lagi tentang bagaimana susahnya hidup, tidak lagi berpikir akan susahnya sesuap nasi yang harus didapat setiap harinya. Sudah lebih dari cukup bagi mereka semua itu, asalkan kebahagiaan hadir dalam kehidupan sang buah hati.
Mereka hanya ingin anaknya bisa sama dengan teman dan orang disekitarnya. Mereka tidak ingin anaknya bersedih. Mereka ingin anaknya juga bangga dengan apa yang ia miliki. Mereka juga ingin anaknya bisa membanggakan apa yang dia punya.
Tapi apa? Apa yang bisa anak mereka banggakan kepada teman-temannya? Anaknya tidak memiliki apa-apa. Tidak ada yang saat ini biasa dibanggakan anaknya. Dan itu menjadi motivasi bagi mereka. Itu menjadi semangat yang melecut mereka sehingga kadang melupakan satu hal terpenting dalam hidup mereka. Mereka melupakan kesehatan mereka. Melupakan satu investasi terbesar dalam hidup mereka. tidak peduli lagi mereka akan kesehatan demi sang anak agar bisa setara dengan orang lain.
Lalu bagaimana? Apa yang telah kita lakukan? Sudahkah kita berpikir sampai sejauh itu. Sudahkah kita memiliki niat untuk membuat mereka bahagia disisa hidup yang mereka miliki? Atau paling tidak sudahkah kita membuat mereka tersenyum hari ini?
Rasa sesal sangat menghukum dan menusuk, mengingat semua yang pernah kita lakukan terhadap mereka. Mengingat dosa bodoh yang pernah dilakukan. Apakah pernah terpikirkan semua itu?
Me
Malam belum terlalu larut ketika aku menguap di sebuah tempat makan dan tongkrongan. Baru menunjukkan pukul 21.00, yang artinya masih bagian dari sore bagi mahasiswa yang selalu dituntut untuk tidur lewat tengah malam akibat tugas yang tiada hentinya mengalir.
Sebuah candaan kecil yang menyatakan aku seorang anak kecil langsung berkumandang tak kala aku selesai menguap. Dan tentu hanya sebuah senyum kecut yang bisa aku tampilkan untuk membalas ocehannya.
Beberapa bulan terakhir ini, tempat ini telah menjadi area yang sangat akrab dengan kami. Tempat tongkrongan murah dan sesuai dengan kantong mahasiswa. Dan kenyamanan tempatnya juga menimbulkan sebuah kecanduan untuk datang lagi di lain waktu. Tempat yang kebanyakan pengunjungnya adalah kaum mahasiswa dengan berbagai kegiatan yang mereka lakukan di sana. Belajar, tugas, sekedar tongkrongan, pacaran dan semua kegiatan yang akrab dengan mahasiswa hadir di tempat ini.
Malam ini, entah yang keberapa kali aku duduk di tempat ini. tak terhitung lagi. mungkin sudah bosan juga semua pegawai di sana dengan kehadiran Tujuh atau Delapan orang mahasiswa baru ini. Mereka semua telah mengenal kami sebagai member namun sayang sekali tidak pernah mendapat diskon.
Bersama orang-orang ini, semua kegiatan pernah aku lakukan. Dan hari ini, sejak tadi pagi aku meninggalkan rumah (sebut kost bagi para mahasiswa), sampai sekarang aku belum kembali dan masih betah bersama mereka. Kebetahan yang sebelumnya sangat besar untuk hanya sekedar berdiam diri di rumah, kini mulai pudar. Mereka memberikan hal baru dan menghilangkan kejenuhan yang terjadi. Mereka menghadirkan sebuah kecanduan yang membuat aku lebih tenang dan lebih tentram apabila ada diantara hari-hari mereka, baik dikala keadaan susah, apalagi ketika canda ria dan tawa sedang menghiasi.
Banyak sekali perubahan yang kini aku rasakan telah terjadi. Dan tanah perantauan ini, rumah kedua ini, membuat aku jauh menjadi lebih dewasa. dimana aku menemukan mereka sebagai 'alat' pendewasaan diriku sebagai seorang manusia, sebagai seorang mahasiswa, dan sebagai seseorang yang sedang menjalankan amanah.
Namun satu hal, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Aku hanya ingin menjadi seorang yang terlahir dan tumbuh dengan pengaruh orang lain yang menyebabkan perubahan. Di sini, diantara mereka, aku hanya ingin agar menjadi sedikit lebih baik. Aku tidak ingin terpengaruh, aku hanya ingin menjadi diri sendiri yang semakin hari semakin lebih baik. walau mungkin aku harus melibatkan beberapa orang yang selalu mempengaruhi dan selalu berada di sekitarku.
Sebuah candaan kecil yang menyatakan aku seorang anak kecil langsung berkumandang tak kala aku selesai menguap. Dan tentu hanya sebuah senyum kecut yang bisa aku tampilkan untuk membalas ocehannya.
Beberapa bulan terakhir ini, tempat ini telah menjadi area yang sangat akrab dengan kami. Tempat tongkrongan murah dan sesuai dengan kantong mahasiswa. Dan kenyamanan tempatnya juga menimbulkan sebuah kecanduan untuk datang lagi di lain waktu. Tempat yang kebanyakan pengunjungnya adalah kaum mahasiswa dengan berbagai kegiatan yang mereka lakukan di sana. Belajar, tugas, sekedar tongkrongan, pacaran dan semua kegiatan yang akrab dengan mahasiswa hadir di tempat ini.
Malam ini, entah yang keberapa kali aku duduk di tempat ini. tak terhitung lagi. mungkin sudah bosan juga semua pegawai di sana dengan kehadiran Tujuh atau Delapan orang mahasiswa baru ini. Mereka semua telah mengenal kami sebagai member namun sayang sekali tidak pernah mendapat diskon.
Bersama orang-orang ini, semua kegiatan pernah aku lakukan. Dan hari ini, sejak tadi pagi aku meninggalkan rumah (sebut kost bagi para mahasiswa), sampai sekarang aku belum kembali dan masih betah bersama mereka. Kebetahan yang sebelumnya sangat besar untuk hanya sekedar berdiam diri di rumah, kini mulai pudar. Mereka memberikan hal baru dan menghilangkan kejenuhan yang terjadi. Mereka menghadirkan sebuah kecanduan yang membuat aku lebih tenang dan lebih tentram apabila ada diantara hari-hari mereka, baik dikala keadaan susah, apalagi ketika canda ria dan tawa sedang menghiasi.
Banyak sekali perubahan yang kini aku rasakan telah terjadi. Dan tanah perantauan ini, rumah kedua ini, membuat aku jauh menjadi lebih dewasa. dimana aku menemukan mereka sebagai 'alat' pendewasaan diriku sebagai seorang manusia, sebagai seorang mahasiswa, dan sebagai seseorang yang sedang menjalankan amanah.
Namun satu hal, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Aku hanya ingin menjadi seorang yang terlahir dan tumbuh dengan pengaruh orang lain yang menyebabkan perubahan. Di sini, diantara mereka, aku hanya ingin agar menjadi sedikit lebih baik. Aku tidak ingin terpengaruh, aku hanya ingin menjadi diri sendiri yang semakin hari semakin lebih baik. walau mungkin aku harus melibatkan beberapa orang yang selalu mempengaruhi dan selalu berada di sekitarku.
Jumat, Januari 03, 2014
its not me
malam ini terlalu larut untuk mengajak seorang pergi keluar. sudah bukan waktunya lagi. tetapi sebuah keharusan membuat ini benar-benar terjadi. Derap langkah terdengar begitu jelas akibat sepinya kota di tengah larut malam. Sepasang manusia berjalan berdampingan menyusuri jalan raya yang begitu macet dikala siang sedang terjadi. namun sangat kontras dengan suasana saat ini. dimana hanya ada sepasang manusia berjalan dengan derap langkah yang sama dan senada berada di tengah-tengah aspal hitam yang secara samar terpantulkan cahaya. begitulah suasana jalan yang biasanya padat, macet dan panas, kini berubah menjadi suasana yang romantis di dinginnya malam tanpa bintang di langit kota.
kesunyian kota membuat sedikit canggung dan susah untuk memulai. hanya diam dan bisu yang menemani penyusuran di jalan sepi ketika itu. yang juga terkadang ditemani suara binatang malam yang sedang berpesta.
kisah tadi siang ketika berada di sebuah sungai berair jernih masih teringat dan terus saja membekas. ketidaksengajaan bertemu di suatu tempat dari rombongan berbeda ternyata melahirkan cerita lain yang kini sedang berlanjut. begitu mudahnya, hanya beberapa jam yang lalu, dan kini kedekatan itu telah melahirkan suasana yang indah walau tanpa ungkapan kata.
dan pertemuan malam ini adalah efek dari pertemuan tadi siang. dimana rasa itu harus di ungkapkan hari ini juga. dan sekarang adalah waktunya. walau harus dengan cara bersembunyi untuk keluar dan bisa bertemu. ini akan menjadi malam yang indah. pegangan tangan menjadi awal dari semuanya. sentuhan yang membuat bulu roma berdiri dan aliran darah yang menjadi tak karuan itu menghiasi sepinya malam. indah sekali malam itu alau tanpa dihiasi bintang di langit malam. namun pertemuan, pegangan tangan, dan tatapan mata yang terjadi saat itu bisa mengubah cuaca mendung menjadi sebuah keindahan yang benar-benar nyata.
begitulah ketika sedang jatuh cinta dimana semua akan terasa begitu indah.
kesunyian kota membuat sedikit canggung dan susah untuk memulai. hanya diam dan bisu yang menemani penyusuran di jalan sepi ketika itu. yang juga terkadang ditemani suara binatang malam yang sedang berpesta.
kisah tadi siang ketika berada di sebuah sungai berair jernih masih teringat dan terus saja membekas. ketidaksengajaan bertemu di suatu tempat dari rombongan berbeda ternyata melahirkan cerita lain yang kini sedang berlanjut. begitu mudahnya, hanya beberapa jam yang lalu, dan kini kedekatan itu telah melahirkan suasana yang indah walau tanpa ungkapan kata.
dan pertemuan malam ini adalah efek dari pertemuan tadi siang. dimana rasa itu harus di ungkapkan hari ini juga. dan sekarang adalah waktunya. walau harus dengan cara bersembunyi untuk keluar dan bisa bertemu. ini akan menjadi malam yang indah. pegangan tangan menjadi awal dari semuanya. sentuhan yang membuat bulu roma berdiri dan aliran darah yang menjadi tak karuan itu menghiasi sepinya malam. indah sekali malam itu alau tanpa dihiasi bintang di langit malam. namun pertemuan, pegangan tangan, dan tatapan mata yang terjadi saat itu bisa mengubah cuaca mendung menjadi sebuah keindahan yang benar-benar nyata.
begitulah ketika sedang jatuh cinta dimana semua akan terasa begitu indah.
Kamis, Januari 02, 2014
ini hidup
begitu besarnya perjuangan yang harus dilalui, aku bahkan pernah sampai menitikkan air mata untuk ini. kesepian itu tidak mampu aku hadapi ketika benar-benar berada dalam medan perjuangan. tidak ada kesanggupan yang aku rasakan untuk berjuang. aku seperti terdampar di sebuah pulau kosong dengan keadaan yang sangat miris. aku merasa perjuangan sia-sia ada di depan mata. cahaya yang aku ikuti dari dulu mulai redup dan tampak tidak terang seperti dulu lagi. kesenderian tidak mampu aku hadapi di tengah ganasnya hidup di tempat yang belum aku kenal. seperti sebuah hukuman bagiku anugrah yang diberikan Tuhan beberapa saat lalu ketika memiliki kesempatan untuk bisa melangkah sesuai keinginan hatiku yang selama ini sudah membayang. dan ketika kesempatan itu benar-benar tiba, aku tidak bisa bersyukur dan merasa ini adalah sebuah kesalahan besar karena beratnya perjuangan yang sebenarnya belum apa-apa ini. namun demikianlah, si anak kampung dengan mudah langsung menyerah saat menginjak tanah perantauan. rindu kampung halaman dengan segala kenikmatannya, tidak seperti tanah ini yang keras dan dengan kesebatangkaraan.
namun jika dilihat dari sisi lain anugrah tuhan ternyata masih dan meanglah yang terindah. kesusahan ini mengantarkan aku untuk bertemu dengan orang yang menemaniku dalam kesendirian ini. dosa besar terasa menyirami seluruh tubuhku dikala aku merasakan nikmat tuhan yang sebenarnya. penyesalan akan karunia tuhan yang sebenarnya begitu indah adalah hal yang membuatku kini merasa menjadi seorang yang beruntung, walau dengan segala keterbatasan yang aku miliki saat ini.
sedikit demi sedikit aku mulai bisa menerima keadaan walau hanya dengan sedikit bersyukur. berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam segala situasiku yang begitu sulit dan terjepit. tetapi hal ini membuatku menjadi lebih sadar akan arti bersyukur dan berjuang. berkorban untuk mencapai suatu tujuan, dan keyakinan bahwa tujuan itu akan tercapai melalui pengorbanan dan perjuangan
Rabu, Januari 01, 2014
sawang
akhirnya kita semua meninggalkan indahnya tahun 2013. tahun yang begitu penuh perjuangan untuk aku lalui. tahun dimana kenangan indah banyak terukir bersama orang-orang hebat yang sangat berati membuat perubahan dalam hidup ini. tahun dimana aku mengukir sejarah untuk hidupku sendiri, menjalani hari yang penuh dengan hal-hal baru. mengisi hidup dengan pejalanan panjang yang mengantarkan aku menginjak tanah jawa untuk pertama kalinya. berada di ujung timur pulau dengan segala perjuangan yang benar-benar sangat melelahkan. hanya bermodal nekat untuk sebuah tekad menjadi seorang sarjana aku memberanikan diri untuk melangkah seorang diri menuju cahaya terang yang tampak di ujung timur pulau ini.
ini adalah berkah tuhan. seorang remaja kampung ini berhasil mendapatkan satu kursi di salah satu universitas favorit negeri ini. dan sejak itu perjuangan dari segala sisi di mulai. taruhan untuk hidup menjadi suatu keharusan untuk terus melangkah di samping cemoohan yang terus mengalir.
kini kurang lebih 7 bulan sudah. tidak bertemu keluarga dan berada di samping mereka. berada di sini selama setengah tahun lebih kembali menghadirkan pengalaman baru yang tidak dapat dihargai apapun. bertemu dengan orang-orang baru, berlatarbelakang berbeda setiap mereka, dan dari daerah yang berbeda pula.
inilah orang-orang Indonesia. Bhineka Tunggal Ika yang benar adanya.
ini adalah berkah tuhan. seorang remaja kampung ini berhasil mendapatkan satu kursi di salah satu universitas favorit negeri ini. dan sejak itu perjuangan dari segala sisi di mulai. taruhan untuk hidup menjadi suatu keharusan untuk terus melangkah di samping cemoohan yang terus mengalir.
kini kurang lebih 7 bulan sudah. tidak bertemu keluarga dan berada di samping mereka. berada di sini selama setengah tahun lebih kembali menghadirkan pengalaman baru yang tidak dapat dihargai apapun. bertemu dengan orang-orang baru, berlatarbelakang berbeda setiap mereka, dan dari daerah yang berbeda pula.
inilah orang-orang Indonesia. Bhineka Tunggal Ika yang benar adanya.
Langganan:
Postingan (Atom)



