Minggu, Februari 06, 2022

PERTANYAAN SOAL KELAYAKAN

Ada hal yang membuatku pernah berpikir untuk tidak memperjuangkanmu. Bukan karena perihal rasa. Sebab kalau itu bisa kupastikan akulah yang terdepan. Tidak memperjuangkanmu, bukan berarti aku tidak peduli. Mengikutinya seperti air yang mengalir menurutku adalah cara terbaik yang bisa kutempuh. Aku menghargai setiap usaha dan laku baikmu. Pun kepadamu aku juga berusaha melakukan yang terbaik yang kubisa. Hanya saja, beberapa hal terasa mengganjal setelah kupikirkan betul-betul.


Pertanyaan yang sering muncul adalah, Layakkah aku?


Pertanyaan soal kelayakan selalu berujung pada raguku untuk dapat membuatmu bahagia. Yang kulihat, selama ini kehidupanmu istimewa, bagaimana jika setelah denganku nanti, semua istimewa itu menjauh? Aku takut tanpa sadar menyeretmu ke jurang kerasnya hidup, padahal selama ini hari-harimu selalu terkesan nyaman dan damai. Aku khawatir denganku nanti nafasmu menjadi sesak, sedang dulu sebelum denganku tidak begitu.


Aku tahu, skenario Tuhan adalah yang terbaik. Tapi jika kali ini hanya sekedar untuk menguatkanku lagi atas segala luka tentang kehilangan, bukankah yang sebelumnya sudah lebih dari cukup?

Senin, Desember 20, 2021

KESALAHAN

Peranap 12-19 Desember 2021



Barangkali ada yang belum tahu, ini adalah nama sebuah tempat di Kabupaten Indra Giri Hulu, Riau. Kurang lebih tujuh sampai delapan jam jaraknya dari Pekanbaru.


Aku tidak tahu banyak tentang daerah ini, tetapi seminggu di sana, secara kebetulan telah berhasil mengubah caraku berpikir tentang hidup, tentang rencana masa depan lebih tepatnya.


Sebuah pesan muncul di notifikasi hape yang kala itu lebih sering tak bersinyal. Tulisan yang cukup panjang, isinya lebih dari cukup untuk membuat jantung berdebar, kaki bergetar, dan nafas tersengal. Sebuah pesan yang pada mulanya membawa pikiran tentang kesia-siaan. Namun belakangan aku sadar, bahwa sebenarnya tidak ada yang sia-sia.


Begini ceritanya, sebagai laki-laki yang secara umur sudah layak dikata dewasa, tentu aku sudah berpikir untuk melangkah ke kehidupan yang lebih jauh -Baca: Menikah. Seseorang sudah sedari lama ada dalam kepalaku. tetapi untuk menuju ke tahap itu tentu tidak mudah. Banyak sekali rintangan dan hal-hal yang harus dipikirkan dan dipersiapkan.


Barangkali karena aku terlalu lama dalam memutuskan, semua menjadi tidak sesuai rencana. Pesan hari itu isinya bernada perpisahan. langkah seirama yang selama ini menyusuri jalan yang sama terpaksa di rubah. Kini harus berjalan di jalan masing-masing.


Percayalah, perpisahan itu menyedihkan.


Namun dibalik sedih yang mendadak datang karena sebuah pesan, ada satu hal yang melintas di kepalaku.


Terimakasih!!!!

Rabu, November 17, 2021

PERLU BERTEMU

 


Agaknya kita harus bertemu, duduk berdua sambil minum kopi lalu membahas hal-hal yang belakangan membuat kita menjadi tidak akur. Aku ingin tahu apa-apa saja yang tengah melintas di pikiranmu, agar dapat kuimbangi sehingga urat tegang kita dapat dikendorkan.


Tentu saja, akar dan muasalnya adalah karena kita sudah lama tidak bertemu. Ini perkara jarak. Jarak memang selalu menyebalkan, utamanya untuk manusia yang sering didera rindu dan prasangka. Tapi apa boleh buat. Selama ini ada prioritas yang memang harus didahulukan. Dan pertemuan kita tidak termasuk di dalamnya.


Jika sanggup dan masih yakin, bersabarlah sedikit lagi saja. Kata orang semua akan indah pada waktunya. Semoga memang benar demikian


Salam Dari Kejauhan

Kamis, Mei 23, 2019

SETELAH SEKIAN LAMA, MASIH HATIMU TEMPATKU KEMBALI

Lama tidak saling berberita.

Apa kabar setelah sekian lama?

Maaf, sejak sekian bulan yang lalu aku mendekam dalam penjara bernama Training Centre. Tanpa akses dengan dunia luar sama sekali. Lokasinya di tengah hutan dan tanpa signal. Ada pun signal akan percuma, karena semua gadget disita guna fokus tidak terbagi.

Untukmu, sekali saja apa pernah kamu merindu?

Hampir setahun berlalu, aku tidak mendengar kabarmu. Masihkah denganku hatimu, atau sudah berpindah pada hati yang lain. Entahlah, kuharap janji yang dulu kita ikrarkan masih terpatri di hatimu. Masih aku yang memiliki singgasana di sana, atau sudah tergantikan?

Semoga hatimu masih seperti yang kuharapkan.

Di hari bebasku ini, masih belum bisa kita berjumpa. Terlalu jauh jarak yang menghalangi. Cukup doaku saja yang mengantarkan rindu. Sedang temu biarlah nanti saja ketika waktu memberi kesempatan. Karena bagiku, sejauh dan selama apapun pergiku, hatimu adalah tempatku kembali


Selasa, April 03, 2018

SEBUAH PERISTIWA

Bukankah kita sama-sama ingin saling mengenal? Lalu kenapa kita sama-sama diam saat bertemu, seolah tidak ada apa-apa sama sekali? Aku tahu, kamu mengkepoi kehidupanku lewat apa saja yang kamu bisa, sosial media atau mungkin bertanya kepada yang mengenalku. Tenang saja, kamu bukan satu-satunya, aku pun melakukan hal yang sama agar bisa tahu lebih banyak tentangmu.

Aku tidak ingat kapan semuanya bermula, yang kutahu sekarang aku sangat antusias setiap kali mendengar kabar terbarumu. Walau tidak ada kemajuan dan perkembangan perihal kita tidak masalah, setidaknya aku tahu kamu masih baik-baik saja.

Aku belakangan ini ingin membuat pertemuan denganmu, tentu saja dengan mengandalkan nuansa kebetulan, karena mengajakmu bertemu langsung aku tidak cukup bernyali. Sejauh ini tidak ada yang bisa kulakukan, kecuali harap-harap yang kusemogakan untuk menjadi kenyataan meski tanpa usaha.

Bukannya aku tidak mau berusaha, aku ingin. Tapi seperti yang kamu mungkin bisa pahami, aku bukan tipe orang yang bisa bicara dengan baik saat aku menginginkan sesuatu, dan sampai sejauh ini aku juga tidak menemukan cara untuk menemuimu, tentunya temu yang tidak hanya sekedar bertemu tanpa sapa.

Kadang aku berharap pada sebuah peristiwa, apa saja, yang penting saat itu aku dan kamu ada di tempat yang sama pada waktu yang sama. Aku akan memberanikan diri menyapamu. Aku tahu kamu tidak akan memulai lebih dulu, maka aku yang akan mengambil peran itu. Sebuah peristiwa, hanya itu yang barangkali bisa membuat kita menjadi manusia yang berdefinisi sebagai makhluk sosial.

Selasa, Februari 20, 2018

SALING MENGENAL BUKAN SEKEDAR UNTUK MENAMBAH JUMLAH ORANG YANG DIKENALI

Memanglah alur hidup selalu cukup sulit untuk diprediksi. Seperti kita misalnya, aku baru menyadari kehadiranmu di penghujung keberadaanku di kota ini. Kamu pun barangkali sama, baru tahu belakangan ini bahwa ada aku yang selama ini selalu diam membisu tidak jauh dari keseharianmu. Tapi tetap saja, perkenalan adalah perkenalan. Setidaknya menambah daftar orang baru yang aku maupun kamu kenali semenjak tinggal di kota ini.

Aku tidak bisa menebak, untuk apa kita saling mengenal, benarkah sekedar menambah daftar orang yang dikenali? Atau malah berperan lebih dari sekedar kenalan. Tentu saja aku dan kamu yang akan menentukannya. Tapi kita sejauh ini tidak punya alasan mengapa harus sering bertegur sapa jika tidak kebetulan sedang berjumpa.

Apa kita sedang memikirkan hal yang sama?

Tidak ada yang tahu sampai kita mendiskusikannya. Aku tidak ingin banyak berkhayal, karena sekarang keadaan menuntutku untuk menjadi seorang yang realistis. Yang kupercayai, jika kita diharuskan untuk saling berbagi, maka nanti keadaan akan memberikan fasilitasnya. Dan aku juga percaya pada satu hal lain, bahwa kita saling mengenal bukan sekedar untuk menambah jumlah orang yang dikenali. Kita saling mengenal karena kamu akan berperan dalam ceritaku dan aku akan menjadi tokoh dalam kisahhmu. 

Lihat nanti saja, apakah peranmu penting dalam alur ceritaku, dan apakah aku menjadi tokoh utama dalam kisahmu. 

Selasa, Januari 09, 2018

Menembus Hujan

Menembus hujan pernah kita lakukan. Kita berbasah-basahan, lalu kedinginan bersama. Indah jika waktu-waktu yang pernah kita lewati bersama dulu itu jika dikenang.

Waktu itu aku ingin merangkul lalu memelukmu. Dingin membuatku ingin merasakan hangatnya tubuh jika kita saling menyatu. Aku ingin kita berdua mengusir dingin bersama.

Kamu pun sepertinya sama. Kamu ingin kita berhadapan dalam jarak yang sangat dekat, lalu kedua tanganmu melingkar di pundakku, dan kedua tanganku melingkar di pinggangmu.

Pada akhirnya kita melakukannya. Kita larut dalam pelukan teramat erat, dan itu adalah yang ternyaman yang pernah kurasa dan lakukan bersamamu. 

Sesederhana itu bahagia untukku jika sudah denganmu.

Maka sekarang aku bertanya, kapan kita akan dapat melakukannya lagi?

Aku rindu adegan-adegan romantis bersamamu.